STANDARD DISCLAIMER
- Cerita ini hanyalah karya fiksi. Semua karakter
dan peristiwa yang termuat di dalamnya bukanlah tokoh dan peristiwa nyata
dan lahir dari fantasi belaka. Kemiripan akan nama dan perilaku ataupun
kejadian yang terdapat dalam cerita ini murni ketidaksengajaan dan hanya
kebetulan saja. Penulis tidak pernah dan tidak akan pernah menganjurkan
dan/atau mendukung aktivitas seperti yang diceritakan. Kalau anda
mengalami kesulitan membedakan kenyataan dan khayalan silahkan hubungi
dokter dan jangan membaca cerita ini lagi sampai sembuh.
- Cerita ini diperbolehkan disebarluaskan secara
gratis namun tidak boleh digunakan untuk kepentingan komersil tanpa
menghubungi penulis dan teamnya terlebih dahulu. Bagi mereka yang ingin
menyebarluaskan cerita ini secara gratis, diharapkan untuk tetap
mencantumkan disclaimer ini.
- Cerita ini rillis hanya di blog
www.celotehkatrok.blogspot.com
“Pergi kau dari sini, dasar pemuda gembel !! jangan harap
kau dapatkan anakku!!” Maki orang dalam rumah mewah itu, sambil membanting
pintu pagar dari besi itu.
“Ayah, jangan ayah... amy sayang dia ayah....amy mohon”
terdengar suara gadis memohon .
“ Tidak.......Tidak akan pernah ayah ijinkan !!” Hardik sang
ayah lagi.
“Ayah jahat......amy benci sama ayah.....” teriak gadis
bernama Amy itu sambil berlari kedalam rumah.
Masuk kesebuah ruangan dan langsung membanting pintu kamarnya.
Diluar rumah mewah berhalaman luas itu nampak sesosok pemuda
yang lusuh, dengan badan subur. Wajah yang terlihat begitu pasrah menerima
nasib. Nasib untuk gagal memperjuangkan cintanya, cinta kepada seorang wanita
yang sangat dia sayangi begitupun juga sebaliknya.
Berjalan tertatih menjauhi rumah mewah itu dengan tanpa
tujuan pasti. Teringat dalam otaknya kata-kata dari ayah sang pujaan hati. Sakit
rasa hatinya, tapi tak kuasa melakukan sesuatu. Sempat terlintas untuk
melakukan hal nekat, tapi untunglah otaknya masih sedikit ada kewarasan. Sehingga
dia terhindar dari kejahatan. Tapi sampai berapa lama diapun tak tahu dengan
pasti,
Sampai dipersimpangan jalan, dia berhenti dan beristirahat
sejenak. Dia kumpulkan sisa-sisa
tenaganya yang tersisa.
Kembali teringat kenangan-kenangan indah bersama dengan Amy sang
pujaan hatinya. Kenangan saat sebelum bertemu dengan orang tua Amy. Diambil secarik kertas dari tas lusuhnya,
terbaca sebuah janji mereka berdua.
# Medio
Bandung 20 november 2010
Hari ini Kita mengikat janji suci
Hari ini kita berikrar suci untuk saling
berbagi
Baik suka maupun duka, dan kita akan
mengarungi bersama.
Apapun yang terjadi adalah sebuah takdir
cinta kita
Arya & Amy
Forever
Arya nama pemuda itu, pemuda yang sedang mengalami tekanan
mental yang luar biasa. Di usir oleh orang tua pacarnya. Tanpa mampu membela
diri terhadap perlakuan orang tua sang pacar. Pacar yang sangat dicintai dan
disayangi.
Arya kini mulai merasakan kelaparan, tangannya mencoba mengambil dompet yang ada
di saku belakang celananya. Di raihnya dan coba untuk dibuka, sejenak wajahnya
makin murung dan coba dia mengambil nafas dalam-dalam. Terlihat dalam dompet
dekilnya tak ada secuilpun uang yang terlihat.
Arya mencoba untuk meneliti lebih dalam lagi, coba dia cari dari
lipatan-lipatan yang ada dalam dompet itu.
Tapi ternyata dirinya tak kunjung menemukan yang dia cari, semakin
lemaslah tubuh yang tadi terlihat lemas.
Pandangan matanya melihat sekelililng, hampa tak ada sesuatu
yang bisa untuk sekedar mengganjal perutnya yang semakin keroncongan. Satu-satunya
harapan yang tersisa adalah menjual handphone yang menjadi satu-satunya harta
yang berharga yang ada padanya kini. Sebuah ponsel yang masih berlayar monokrom
itulah yang menjadi satu –satunya harapan untuk mengisi perutnya yang sudah
mulai tidak bersahabat ini.
Batin dan perutnya sedang bergelut dengan kondisi yang
sekarang dia rasakan. Antara mau dan tidak, kalau di jual nanti bagaimana dia
akan menghubungi sang kekasih, karena tidak mungkin lagi baginya untuk datang
berkunjung ke rumah sang pujaan hati. Cuma dengan sms atau telepon saja
kemungkinan itu bisa terwujud, tapi kalau tidak dijual perutnya sekarang sudah
tidak bersahabat lagi. Melilit sudah yang dia rasakan, entah apakah masih
sanggup untuk bertahan ditengah panas terik sinar matahari ini. Haus pun ikut menggerogoti otaknya. Dia harus
membuat keputusan saat ini juga.
“Selamat siang mas, apa bisa saya menjual handphone saya ini
?? “ tanya arya kepada penjaga konter hp di pinggir jalan yang dia temui.
“ Siang juga mas, saya cuman jualan pulsa mas bukan jual
beli hape” jawab sang penjaga konter itu, membuat arya langsung lemas lagi.
“ tolong mas, hp ini saya jual cuman buat makan kok mas...”
iba arya tanpa di buat-buat.
“ Hmm..... sebentar ya mas, boleh saya lihat handphone nya
mas ?” jawab sang penjaga konter lagi.
“Ini mas...Nokia 1200 “
jawab arya dengan semangat dan penuh harapan.
“ Oh kalau hape model gini bisa saya buat jualan pulsa mas,
soalnya harganya murah “
“iya mas, cukup buat saya makan saja hari ini mas..”
“ ini hape halal kan mas ??”
“ halal mas, ini hape saya satu-satunya kok, saya jual
karena kebertulan saya lagi butuh buat makan”
“ baik mas, 50 ribu
ya mas.”
“ tidak bisa naik lagi mas?? “ arya mencoba untuk menaikan
harga.
“wah tidak bisa mas, itupun saya belum ada pemasukan segitu
mas, jadi nanti uangnya saya transfer kalau mas nya mau, jadi bagaimana mas??”
Arya berpikir sejenak sebelum mengambil keputusan.
“baiklah mas, saya sudah sangat kelaparan ini.” Akhirnya arya
memberi keputusan.
“Tapi maaf mas, saya bisa bayarnya transfer ya mas,
kebetulan belum ada uang cash, karena barusan saya deposit buat pulsa mas, ada
rek mas ?”
“ada mas, tapi saldonya gak ada kalau di transfer segitu apa
nanti saya bisa ambil ya mas ?”
“emang saldonya pas segitu ya mas ? “ tanya sang penjaga
memastikan.
“ iya mas, saya takutnya nanti tidak bisa diambil kan saya
jadi tambah susah nanti mas.”
“ ya udah gini aja mas, saya tambahin 50 lagi tapi habis
makan masnya bantu saya mengecat tembok toko saya mau gak mas ??” sang penjaga konternya memberi solusi.
“ mau mas....” jawab arya cepat.
“baik mas, ini saya transfer 100 ribu ya mas”
“oke mas, maaf sampai lupa nama saya arya mas, nama mas
siapa ??” jawab arya berusaha mengakrabkan diri.
“ saya Andi mas, kebetulan saya yang punya konter ini.” Jawab
penjaga toko yang ternyata adalah pemilik konter hape itu.
“ baik mas andi , saya akan segera ke atm dulu, ini Ktp saya
buat jaminan, sehabis ambil uang dan makan saya segera kesini mas.
“ baik mas arya, saya tunggu ya “
“saya berangkat dulu ya mas...” pamit arya langsung bergegas
meninggalkan toko hape itu.
Arya berjalan dengan sedikit agak cepat, selain dirinya
sudah merasa lapar dia juga merasa tidak enak sudah di bantu sedemikian rupa
sama andy sang pemilik toko hape itu. Dalam hati arya dia hanya akan mengambil
50 ribu untuk makan dan 50 ribunya akan dikembalikan untuk menebus hapenya yang
di jual ke andy tadi. Semoga aja andy mau .
Tapi sebelum arya sampai di mesin atm, nasib nampaknya belum
berpihak kedirinya. Mendadak hujan mengguyur daerah itu dengan sangat lebat,
bahkan disertai petir yang berdatangan. Tidak besar sih petirnya. Tapi cukup
untuk membuat orang mengurungkan niatnya pergi keluar rumah. Tapi Arya tidak
surut untuk segera mendaatangi Mesin atm yang sudah didepan mata. Sebelum dia
masuk ke mesin atm arya berpapasan dengan orang tua yang keluar dari mesin atm.
“ hati-hati mas banyak petir, mesinnya bisa bisa tersambar
petir nanti “ kata orang tua yang berpapasan dengan arya.
“iya pak, tidak apa apa sudah biasa saya “ jawab arya
memupus keraguan yang muncul oleh ucapan orang tua tadi.
Arya mencoba masuk kedalam mesin atm dan memasukan kartu atm
nya, dan mulai mengetik pin atm nya dia.
“ jlugaaaarrrrrrrr,,,,,,,,,jlugaaaaarrrrrrrr......jlugaaaaaaaaaarrrrr”
suara petir menyambar
“ duuuuuuuuaaaaaarrrrrr.....” mesin atm medadak meledak.
###
Sementara itu dirumah mewah itu, Amy
masih marah sama yahnya dan mendekam dalam kamarnya. Amy merasa apa yang di
lakukan ayahnya tidak adil baginya. Tapi ayahnya tetap bersikeras tidak
mengijinkan, jadilah terjadi perang dingin antara Amy dan ayahnya.
Dalam kamarnya, Amy berusaha
menghubungi Arya dengan Sms, tapi pesannya tidak terkirim. Amy jadi cemas apa
yang terjadi dengan Arya, dia coba lagi dengan menelpon Arya tapi hape Arya
mati. Amy semakin cemas dengan keberadaan Arya. Hanya menangis yang Amy
bisa,karena dia tidak bisa keluar rumah dan mencari keberadaan Arya.
Dalam kondisi kecemasan yang luar
biasa, dan didukung cuaca yang tiba-tiba mendung seakan ikut merasakan
kecemasan dan kegundahan hati Amy. Petir
yang saling bersambut membuat suasana hati Amy tambah kacau. Amy merasakan ada
sesuatu yang terjadi tapi tidak tau itu apa. Dan saking kacaunya akhirnya Amy
tertidur.
Keesokan paginya, Amy terbangun dan
dia langsung mencoba untuk menghubungi nomer Arya, tapi tetap saja Arya tidak
bisa dihubungi. Semakin galau dan semakin cemas hati dan pikiran Amy. Tapi tetap
saja tidak menemukan solusi, hanya menangis yang bisa dia lakukan.
Amy masih terus mencoba untuk
menghubungi Arya, dan mendadak amy terkejut melihat hape dia mendadak ada Sms
dari nomer yang tidak dikenalinya mengajak dia untuk bertemu.
Amy masih malas merespon karena
kondisi hatinya sedang galau, tapi sms itu datang berulang ulang seakan tak mau
tau dengan kondisi Amy yang saat itu lagi galau dan resah menunggu kabar dari
sang kekasih.
Dan saking seringnya sms itu tidak
ada respon dari Amy, nomer itu akhirnya menelpon Amy, tapi tetap saja amy tidak
mau mengangkat telpon itu karena merasa tidak mengenal nomer tersebut.
Tapi karena mungkin terlalu
seringnya telepon itu akhirnya Amy memustuskan untuk mengangkat telpon itu.
“ Halo...” sapa Amy
“Halo sayang, kok lama banget gak
diangkat, sms gak di balas , kenpa ??”
“ Eeeerrrh....”
“Sayang, baru semalam aja kok sudah
lupa sama aku sih ?”
“ Beneran ini kamu yank ?” tanya Amy
masih ragu.
“iyaa ini aku Arya, pacarmu sayang.”jelas
penelpon yang ternyata Arya.
“kamu di cariin malah hapenya mati,
malah telepon pakai nomer orang lagi” berondong Amy dengan membabibuta.
“maaf sayang, aku kemaren jual hape
di konter dekat rumahmu, dan baru sekarang aku bisa menghubungi kamu sayang “jelas
Arya
“Oh, terus kamu sekarang dimana?”
Tanya Amy
“ Aku di depan rumah kamu , aku mau
ketemu dengan bapak kamu yank” jawab Arya lagi
“Hah?!? Jangan lah kam kemaren Ayah sudah
ngomong gitu.” Tahan Army khawatir.
“ Tidak apa-apa sayang, aku mau
melamar kamu sekarang malahan..”
“ma..maksud kaamuu??” Amy menjawab
dengan bingung.
“Ya , aku datang kesini mau melamar
kamu, aku mau bertemu sama ayah kamu dan sekarang sebaiknya kamu kedepan dulu
bukain pintu yah ??”
“taaa ... tapi yank???” Amy masih
khawatir dengan keputusan Arya yang ingin datang melamarnya.
Dan tanpa menutup telpon dari
Arya, Amy berlari turun dan menjemput
arya ke depan rumahnya. Sementara Arya di luar dengan tenang menunggu Amy
membukakan pintu. Dan Arya tampak berbeda penampilan dari kemaren.
Saat Amy membukakan pintu, Amy
terkejut dengan penampilan Arya, penampilan yang jauh berbeda dengan kemaren
saat Arya di usir sama ayah Amy. Saat ini Arya seperti seorang p angeran yang
baru datang dari istananya dan menjemput seorang putri impiannya. Amy mencoba
untuk meyakinkan dirinya dengan mencubit tangannya, sekedar memastikan bahwa
dia tidak sedang bermimpi.
Ayah Amy yang saat itu masih dirumah
mendatangi Amy yang berdiri didepan pintu dengan terkesima melihat sesorang
diluar. Ayah Amy mendatangi Amy dan melihat siapakah orang yang akan di temui
Amy di luar sehingga membuat Amy seperti itu.
Sama dengan Amy , sang ayah juga ikutan terkesima melihat sosok yang
terlihat dari dalam rumah itu.
“ Selamat siang Pak, Boleh saya
masuk ?” sapa Arya ramah kepada ayah Amy.
“ oh Silahkan masuk silahkan......”
jawab sang ayah tak kalah ramah.
“ terima kasih pak,” Arya menjawab
keramahan sang Ayah dengan tersenyum dan mengajak Amy untuk ikutan masuk
keruang tamu.
“Silahkan duduk, nak Arya.” Sang Ayah
mempersilahkan duduk kepada Arya.
“terima kasih pak,” Arya pun duduk
di ruang tamu rumah Amy.
Ketiga orang itu masih saling
pandang satu sama lain, seakan kehebohan kemarin tidak berlaku di hari ini. Mungkin
karena penampilan dari Arya yang sangat berubah.
“jadi begini pak, kedatangan saya
kemari adalah ingin melamar Amy pak” jelas Arya memecah kesunyian.
“oh, Maksudnya gimana nak Arya??”
jawab sang ayah Amy ingin memperjelas.
“ Gini pak, Setelah kemaren saya
dengar ucapan bapak dan syarat yang bapak ajukan, sekarang saya akan penuhi
semua syarat dari bapak dan akan saya wujudkan hari ini juga ??” jawab Arya
tegas dan jelas.
“ maksud kamu apa yank ?? bukanya
kamu.....” Amy minta penjelasan kepada arya.
“Tenang saya sayang, ayah kemaren
sudah menceritakan syarat syarat untuk jadi menantunya. Dan sekarang aku siap
untuk mewujudkannya sayan.” Jelas arya kepada Amy.
“apakah itu semua benar nak Arya?? Semua
permintaan Ayah ?? “ ulang sang ayah ingin memastikan.
“betul bapak, sebagai uang mukanya
saya transfer dulu uang mukanya, sisanya
akan saya lunasi dengan cek yang silahkan bapak isi sendiri sesuai kebutuhan
bapak besok pagi, bagaimana pak ??” jelas Arya panjang lebar.
“hah...dari mana kamu dapat uang
sebanyak itu yank??, kamu tidak merampok bank kan ?? tidak mencuri kan ??” berondong Amy .
“Tidak sayang, semua adalah suratan
takdir. Dan kita akan mengarungi ini bersama sayang.” Jelas Arya.
“Ceritakan dulu dari mana kamu dapat
semua ini yank....” Amy masih bersikeras
ingin tahu darimana Arya mendapatkan semua ini.
“sabar sayang, nanti setelah ayah
kamu menerimaku sebagai menantunya akan kuberitahu semuanya sama kamu, tanpa
terkecuali.” Jawab arya lagi.
“baik nak arya saya terima lamaran
nak arya.” Sang ayah segera menerima
lamaran itu. Gemetar juga hatinya melihat uang didepan mata yang ditawarkan
anak muda didepannya dia.
“syukurlah, jadi apa saya bisa
segera menikahi putri bapak??” kembali arya bertanya ke pada sang ayah.
“Besok juga tidak masalah” jawab
sang Ayah yakin.
“baik , besok akan saya siapkan
upacara pernikahan” Arya berbinar.
Sementara Amy masih shock dengan apa
yang terjadi kini, antara percaya dan tidak dia melihat kejadian demi kejadian
ini seperti mimpi disiang bolong. Dan sekali lagi Amy menyikapi ini dengan menangis,
tapi kali ini adalah menagis bahagia.
Setelah pertemuan itu dirasa cukup,
Arya mengajak Amy keluar dengan ijin dari sang Ayah, Arya menjemput Amy dengan
mobil mercy E series terbaru. Dan didalam
mobil Amy menagih janji Arya untuk menceritakan apa yang sebenarnya terjadi. Dan
arya pun menceritakan kejadian yang bisa membuatnya berubah hanya dalam waktu
semalam itu.
Setelah ada halilintar menyambar
dirinya pada saat mengambil uang di mesin Atm itu. Arya terpental keluar dari
ruang mesin atm dengan kartu atm masih di pegangnya. Dan anehnya badannya tidak
ada luka sedikitpun.
Saat dia terlempar Arya melihat
seorang tua yang sebelum dia masuk kedalam ruangan atm tadi memberitahunya
bahwa banyak petir itu bahaya sedang tersenyum kearahnya. Setelah dapat melihat
orang tua itu tersenyum Arya jatuh pingsan.
Setelah Arya siuman dari pingsannya
, seorang perawat segera mendekatinya dan menanyakan keluarga terdekat yang
bisa di hubungi, karena Arya meninggalkan KTP dan hapenya di toko hape tadi
maka pihak rumah sakit mencari penanggung jawab dari pasien Arya. Tapi ternyata
semua biaya rumah sakit sudah di cover oleh pihak Bank tempat Arya mengambil
Atm tadi. Dan pihak rumah sakit memberikan santunan uang kepada Arya.
Arya menghentikan mercy nya dan
mengajak Amy untuk makan siang di sebuah rumah makan paling mahal di kota
tersebut.
Dalam pikiran Amy arya ini mendapatkan
uang dari pihak Bank atas kecelakaan yang menimpanya. Tapi Amy masih tidak
habis pikir karena bagaimana mungkin pihak bank menanggung dan memberikan
santunan sedemikian besar kepada Arya, karena yang di minta oleh ayah dari Amy
ini nilainya juga tidak main main. Untuk menikahi Amy sang ayah meminta kepada
Arya uang minimal 1 Milyar sebagai jaminan kehidupan anaknya, maksudnya adalah
membuat Arya supaya tidak mendekati Amy lagi, tapi ternyata Arya mampu
mewujudkannya hanya dalam waktu semalam.
Dan seteah memesan makanan dan
menikmati makanan yang ada, Arya kembali melanjutkan ceritanya.
Arya berpikir bahwa kesialan
hidupnya hari itu sudah mulai menghilang, berganti dengan kemujuran. Dan memang
Arya tidak salah akan hal itu, tapi dugaan Arya tidak seperti apa yang bakal
menimpa hidupnya saat ini. Setelah urusan dengan pihak rumah sakit selesai,
Arya melangkah menuju pintu keluar dan Arya melihat ada Mesin Atm di depan
rumah sakit. Arya kembali masuk kedalam ruangan Atm itu dan mencoba untuk
mengambil uang yang 100 ribu tadi, tapi alangkah terkejutnya arya saat itu dia
iseng memencet angka dengan melebihkan satu nominal angka nol di belakang saat
hendak mengambil uang tunai. Dia ketik 1.000.000 rupiah dan uang itu keluar,
setelah uang keluar muncullah sisa saldo yang tertulis di mesin ATM itu sisa saldo anda sebesar 10.100.000 rupiah.
Terbelalaklah mata Arya saat itu. Di
gosok-gosok lah matanya, tapi angka itu tidak berubah sampai terdengar nada
dari mesin Atm menandakan kartu harus diambil. Akhirnya diambilah kartu Atm nya
dengan masih dilanda kebingungan.
Dengan uang satu juta rupiah
ditangan Arya berjalan kembali menyusuri jalan raya menuju kearah dimana dia
tadi menjual hapenya. Tapi sayangnya toko itu sudah tutup. Dan kini dia
berjalan pulang ketempat kostnya dengan masih disertai pikiran yang bingung. Kembali
dia melihat mesin Atm dan dia mencoba kembali untuk melihat isi saldonya. Dan ajaibnya
saat dia cek saldo angka yang keluar sudah berbeda dengan yang tadi, sekarang
tertulis di layar adalah 20.100.000 rupiah. Saking terkejutnya kembali dia
memutuskan untuk mengambil uang sebesar
satu juta rupiah. Dan setelah dia mengambil uang itu alangkah
terkejutnya Arya, karena saldo nya justru bertambah menjadi 30.100.000 rupiah. Tanpa
pikir panjang lagi Arya kembali mengambil uangnya semua 30 juta dia ambil
karena dia takut uang itu akan ketahuan sama pihak bank seperti yang pernah
dialami oleh seseorang dalam sebuah berita yang pernah dia baca. Dan alangkah
terkejutnya Arya, saldo di rekening dia
semakin bertambah , dan anehnya rekening Arya tidak mengenal limit pengambilan
uang.
Setelah Arya mengambil uang di Atm
itu arya memutuskan untuk pulang dulu
mengatur strategi. Di otaknya muncul ide bahwa dia akan mendatangi rumah Amy
besok pagi setelah dia mengambil uang dari berbagai Atm di kota itu.
Saat akan masuk ke gang dekat kost
nya, Arya bertemu lagi dengan sosok orang tua yang memberikan senyuman sesaat sebelum
Arya pingsan tadi.
“ Nikmatilah Anak Muda, dan jangan
lupa selalu berbuat kebaikan terhadap sesamamu, maka uang di rekeningmu akan
senantiasa bertambah. “ Ucap orang tua itu sambil berlalu menjauh dari Arya. Sementara
Arya tertegun dan akhirnya tersenyum.
Jadi Peristiwa di mana dia kena
sambar petir di ATM tadi adalah sebuah titik balik dari perubahan Nasib yang
kini sedang di lakoninya.
TAMAT